“Speeches For An Inquiring Mind”
By Imtiaz Ahmad M. Sc., M. Phil. (London)
Translated by Ir. Gusti Noor Barliandjaja and Muhammad Arifin M.A. (Madinah)
Allah SWT berfirman didalam Surat An-Nisaa Ayat 32,
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian dari kamu melebihi sebagian yang lain. Untuk para lelaki ada bagian atas yang mereka usahakan, (begitupun) untuk para perempuan ada pula bagian atas yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Sangatlah perlu bagi kita memahami secara utuh maksud dari ayat diatas, agar kita dapat menghargai tugas dan tanggungjawab yang telah ditetapkan bagi lelaki dan bagi perempuan. Ketika ayat ini diturunkan, terjadi keadaan yang menarik untuk disimak. Nabi Muhammad SAW ditanya oleh istri beliau, Ummu Salamah RA, “Mengingat bahwa didalam hukum waris, perempuan memperoleh setengah dari bagian lelaki, adakah demikian juga dengan yang akan kami terima sebagai ganjaran atas suatu amal kebajikan, kami para perempuan akan menerima setengah dari ganjaran yang diterima oleh para lelaki?” Ummu Salamah RA tidak bermaksud menentang bagian yang telah ditetapkan untuk lelaki, namun diajukannya pertanyaan itu sebagai pendidikan dan pembelajaran. Diantara para perempuan ada yang berharap bahwa mereka terlahir sebagai lelaki agar dapat berperan serta dalam pertempuran, agar dengan demikian ia bisa memperoleh tambahan ganjaran dari Allah SWT.